Kamis, 05 Juli 2012

Cara Membuat Tahu Pong

Tahu pong adalah salah satu jenis variasi tahu yang ada di Indonesia. Bentuknya sekilas mirip tahu sumedang, tapi tahu pong berbeda dengan tahu sumedang. Bedanya, tahu sumedang bentuk tahunya tidak mengembang (kusut), sedangkan tahu pong bentuknya mengembang dan halus. Sehingga secara kasat mata bentuk tahu pong lebih menarik.
Tahu pong adalah jenis tahu yang biasanya dikonsumsi sebagai kudapan/camilan. Sehingga sering kita jumpai tahu pong digunakan dalam acara rapat, arisan, seminar, atau acara lain yang sejenis.
Proses pembuatan tahu pong sebenarnya hampir sama dengan pembuatan jenis tahu yang lain. Hanya ada sedikit perbedaan dalam tekniknya. Untuk lebih jelasnya akan saya coba uraikan cara pembuatan tahu pong dari awal sebagai berikut:
  1. Bahan:
    1. Kedelai (jumlahnya sesuai kebutuhan)
    2. Alat:
      1. Ember
      2. Penggiling kedelai/selepan
      3. Dynamo/diesel penggerak penggiling
      4. Tungku perebusan
      5. Bahan bakar (grajen atau kayu)
      6. Alat penyaring
      7. Bak tempat penyaringan
      8. Alat pengaduk
      9. Kotak pencetak tahu
      10. Kain sebagai alas kotak pencetak.
      11. Perangkat penggorengan.
Memang saya akui investasi alat-alat tersebut cukup mahal. Total sekitar 15 jutaan. Tapi apabila usaha ini berjalan lancar modal tersebut akan cepat kembal.
CARA PEMBUATAN
  1. MERENDAM KEDELAI
Ada dua jenis kedelai yang beredar di pasaran. Yaitu kedelai lokal dan impor. Kedelai local unggul dalam rasa. Tahu yang dibuat dari kedelai local lebih gurih. Tetapi harganya lebih mahal dan kedelainya sangat kotor, sehingga butuh waktu lama untuk mencucinya. Seangkan kedelai impor lebih murah dengan kualitas sedang. Terserah anda mau menggunakan jenis kedelai yang mana. Tapi sebagai gambaran, kebanyakan pengusaha tahu di daerah saya menggunakan kedelai impor.
Kedelai ditakar 10 kg dan direndam kurang lebih 3 jam (untuk kedelai impor, kedelai local sekitar 5-6 jam).
  1. MENGGILING/MENYELEP KEDELAI
Setelah kedelai mengembang, kedelai diangkat dari perendaman dan dicuci sampai bersih. Kemudian digiling dalam mesin penggiling sambil dialiri air dalam volum kecil sehingga hasil gilinganya menyerupai bubur. Mesin penggilingan ini digerakkan oleh dynamo listrik. Bias juga menggunakan mesin diesel solar, tetapi pengeluaran lebih hemat menggunakan dynamo listrik. Mengenai kapasitas mesin yang akan digunakan sebaiknya tanyakan langsung saja di toko teknik sekitar rumah anda.
  1. MEREBUS BUBUR KEDELAI
Setelah menjadi bubur kedelai, langsung direbus dalam tungku yang dibuat khusus (desain dan ukuran silahkan lihat di pabrik tahu terdekat, karena anda tidak akan jelas bila saya jelaskan di sini).
  1. MENYARING BUBUR KEDELAI
Setelah mendidih, bubur disaring menggunakan kain (bisa didapat di toko kain). Ketika proses penyaringan sambil di beri air. Yang digunakan adalah cairan yang melewati lubang saringan, sedangkan resisten yang tertinggal disaringan disisihkan. Inilah yang disebut ampas tahu. Ampas tahu ini bias digunakan untuk bermacam-acam. Insya Allah dalam artikel lain akan saya bahas tersendiri.
  1. MENGGUMPALKAN BUBUR KEDELAI
Setelah tersaring, selanjutnya adalah proses penggumpalan. Bagian ini adalah kunci dari pembuatan tahu. Perbedaan tahu pong dengan tahu sayur terletak pada bagian ini. Bagian ini sangat sulit, sehingga saya yakin anda tidak akan menjadi mahir serta merta setelah membaca artikel ini. Saya sarankan anda melihat proses ini dari para tukang pembuat tahu langsung.
Tapi akan saya jelaskan secara garis besarnya. Setelah hasil penyaringan bubur tadi berada di bak yang berbentuk lingkaran. Akan terlihat seperti air berwarna putih susu. Air di bak ini di putar vertical perlahan-lahan menggunakan pengaduk. Ingat! Diaduk vertical (atas ke bawah). Sampai terbentuk sirkulasi memutar vertical dari air di bak tadi. Perlahan-lahan masukkan cairan penggumpal sambil terus di aduk. Lama-lama cairan itu akan terbentuk bulir-bulir tahu kecil semakin membesar. Ketika bulir-bulir tersebut sebesar biji jagung, berhentilah mengaduk dan biarkan air berputar terus sampai seperti kapas. Jangan diberhentikan paksa sirkulasi tersebut, biar berhenti sendiri.
Cairan penggumpal yang digunakan adalah cuka. Tanya saja kios penjual sembako dipasar pasti ada. Tapi cuka tahu ya, bukan cuka masak. Atau selain cuka ada yang gratis, yaitu menggunakan air sisa pembuatan hari kemarin. Para pengusaha tahu banyak yang memilih opsi kedua ini.
Setelah menggumpal, biarkan sejenak supaya mengendap. Setelah mengendap sedot air yang berada di atas endapan tahu menggunakan selang. Sebaian air ini simpan dalam ember untuk menggumpalkan tahu hari besok, ini yang saya bilang tadi.
  1. MENCETAK
Setelah airnya habis endapan tahu siap dimasukkan dalam kotak pencetak yang telah diberi kain terlebih dahulu. Kotak ini terdapat banyak lubang dibawahnya supaya airnya cepat habis.
  1. MENGGORENG
Setelah dingin dan padat dalam kotak. Tahu dipotong dengan ukuran yang diinginkan dan siap digoreng. Mengenai cara menggorengnya akan saya jelaskan pada artikel selanjutnya.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar